Seberapa Canggih Pembatas Jalan yang Mau Dipasang Ridwan Kamil?

Jakarta – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tengah mempertimbangkan penggunaan teknologi pembatas jalan modern di sejumlah ruas jalan di daerah Jawa Barat. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kecelakaan di beberapa ruas jalan provinsi Jawa Barat. 

Pagar yang mirip dengan tong ini memiliki tabung silinder yang bisa berputar. Pagar mengubah energi tabrakan linear menjadi energi rotasi sehingga mobil menjadi melipir kesamping ketimbang terus ke depan.

Baca juga: Ikuti Malaysia, Ridwan Kamil Akan Pasang Pembatas Jalan dari Tong

Teknologi pembatas jalan ini dikembangkan oleh perusahaan asal Korea Selatan, ETI ltd. Dan sudah digunakan di jalanan Korea Selatan dan negeri jiran, Malaysia, sejak 2016 lalu.

Seperti apa cara kerjanya? Seperti dilansir highways.today, teknologi pembatas jalan ini menggunakan besi dan roller sebagai komponen utamanya.

Jadi, ketika terjadi kecelakaan, sistem pembatas roller tersebut akan menyerap energi benturan, dan mengubah energi tersebut menjadi energi rotasi, yang kemudian mendorong kendaraan, kembali ke jalurnya. 

Roller-nya sendiri terbuat dari serat polymer, Ethylene-Vinyl Acetate (EVA), yang kuat dan diklaim punya daya serap kejut yang baik. EVA juga diklaim memiliki fleksibilitas dan elastisitas yang unggul dibandingkan bahan vinil polietilen lain.

Baca juga: Tahu Tidak, Kenapa Pinggiran Jalanan Tol Jepang Dibatasi Penutup?

Pembatas roller ini memiliki warna kuning menyala, sehingga bisa dilihat jelas di malam hari. Perawatan teknologi pembatas ini juga dikatakan cukup mudah. Hanya perlu mengganti setiap unit roller yang rusak karena benturan atau faktor lain.

Dibanding sistem pembatas konvensional, teknologi ini memang lebih aman diaplikasikan di ruas-ruas jalan rawan kecelakaan. Pasalnya jika menggunakan pembatas beton atau besi saja, kendaraan yang mengalami benturan akan mengalami kerusakan berat, karena energi benturan tidak terserap baik. 

Belum lagi jika pembatas tersebut tidak mampu menahan efek benturan, maka kendaraan berpotensi masuk jurang, utamanya jika pembatas jalan tersebut ada di tikungan curam.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *