Sat. Nov 28th, 2020

DCARZ

No 1 Auto Store Indonesia

4 Tips Mudik Natal dan Tahun baru

2 min read

Libur Nataru atau Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 baru saja berlangsung. Menjelang akhir pekan lalu pemandangan kendaraan menuju luar Ibu Kota Jakarta tengah berlangsung.

Dalam perperjalanan dengan mobil pribadi, kesiapan fisik prima bagi pengemudi dan penumpang sangatlah diutamakan. Sementara dari segi wahana transportasi, jelas tunggangan kesayangan perlu dipreparasi. Setelah itu, kondisi lalu lintas di jalan perlu diwaspadai.

Berikut adalah empat (4) tips mudik nataru :

1. Gunakan Roof Box saat Perjalanan Jauh

Pengunaan roof box saat akan melakukan perjalanan jauh tentunya akan menjadi kelebihan tersendiri. Pasalnya, kabin mobil pasti akan lebih lega karena barang bawaan sudah tersimpan di roof box.

Sayangnya, masih banyak pengguna yang kurang memperhatikan kondisi barang di roof box. Padahal menurut Halley Siboro, Direktur PT Sole Indotrade penataan barang di roof box harus diperhatikan untuk menunjang keselamatan berkendara.

2. Perjalanan Jauh, Perlu Periksa Kaki-Kaki Mobil

Bagian kaki-kaki pada mobil merupakan komponen yang krusial, baik dari sisi kenyamanan maupun keselamatan berkendara.

Usai menempuh perjalanan panjang, ada baiknya memeriksa komponen mulai dari tie rod, long tie rod, bearing, ball joint, serta bushing arm. Semua komponen tersebut juga tak kalah penting untuk diperiksa dan dipastikan fungsinya.

3. Cek Kondisi AC Mobil untuk Perjalanan Jauh

Perjalanan jauh dengan mobil pribadi tentunya akan membuat kualitas mobil berkurang, termasuk bagian air conditioner atau A/C, AC, alias pendingin udara. Untuk membuat kualitas AC mobil tetap terjaga, tentu perlu dilakukan beberapa perawatan. Menurut Susanto, Product Manager PT Cipta Gemilang Bersama, ada beberapa tips untuk menjaga AC mobil tetap dingin setelah digunakan perjalanan jauh.

4. Tips di Jalan Bergelombang dan Angin Kencang

Hal ini, sebenarnya bisa diantisipasi. Menurut Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, angin yang datang ke arah kendaraan bisa dirasakan lewat gejala-gejala pada kendaraan. Kemudian diantisipasi dengan cara mengemudi. Itulah bagian yang disebut sebagai “defensive driving”.

“Salah satunya duduk sempurna. Punggung pengemudi menyentuh sandaran secara maksimal, pada posisi ini pengendara bisa merasakan gejala keseimbangan kendaraan,”

Lebih lanjut dipaparkannya, gejala hilangnya keseimbangan atas kendaraan, ada empat hal harus dirasakan, yakni: pich, roll, bounch, dan yaw. Deretan gejala itu terasa dan timbul saat kendaraan bergerak, bisa karena jalan yang bergelombang, atau terpaan angin yang datang.

“Pastikan fokus, lihat sekeliling kendaraan kenali bahaya angin yang mungkin datang. Lalu kontrol kecepatan, jangan pernah berpikir untuk menambah kecepatan yang akan membuat kondisi keseimbangan kendaraan semakin parah,” paparnya.

Terakhir, ia menyarankan untuk selalu berkonsentrasi. Hal ini bertujuan agar pengendara tidak terjabak semakin jauh dalam kondisi tadi.

“Jangan panik dan pikirkan jalan keluar positif apa yang akan dilakukan. Cari tempat yang masif dan kuat untuk berhenti dan berlindung,” tutup Sony Susmana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.