Sat. Nov 28th, 2020

DCARZ

No 1 Auto Store Indonesia

Nio Buka Tabir EC6, Crossover Listrik Berdaya Jelajah 435 Km

2 min read

Pabrikan mobil listrik asal Cina, Nio, terus berinovasi. Kali ini, ia membuka tabir crossover teranyarnya yang dijuluki all-new EC6. Berlangsung di Shenzhen, Cina, mobilnya dijelaskan membawa konsep : muda, dinamis dan progresif. Serta punya kemampuan jelajah standar (klaim) hingga 435 km.

Keran informasi lebih jelas terkait spesifikasi lengkap belum dirilis, lantaran Nio baru meluncurkannya ke pasaran pada Juli 2020. Sementara wujud crossover elektrik memang sesuai konsep yang diusung. Kesan tangguh SUV terlihat jelas berkat garis bodi yang bongsor. 

Tampang depannya terlihat futuristik dan kekinian, dengan grille horizontal yang berbentuk persegi enam. Segaris dengan kap mesin terpasang lampu yang terlihat seperti DRL (Daytime Running Light). Lampu utamanya berada di bawahnya, berbentuk bulat, dengan rumah terpisah. Palang tebal juga terlihat melintang di antara grille dan kap mesin, ini dibuat menyatu dengan komponen menyerupai kumis yang terhubung area foglamp.

Atapnya dibuat tajam dan melandai ke buritan. Harusnya sih ini mempengaruhi kelapangan kabin, terutama untuk penumpang belakang. Ditulis situs Autoexpress, mobil ini memiliki drag coefficient rendah, 0,27 Cd. Tampilan mewah turut disajikan berkat kaca depan yang besar dan bersudut rendah. Atapnya dilengkapi kaca yang luasnya 2,1 meter persegi, sehingga banyak cahaya masuk ke dalam kabin. Kaca itu juga disetel agar bisa menyaring panas matahari hingga 85 persen, 99,5 radiasi ultraviolet.

Meski tak menjabarkan spesifikasi lengkapnya, tapi Nio sudah memaparkan jantung elektriknya. Model dasar EC6 Sporty disokong dua motor listrik magnet permanen yang ditempatkan di depan dan belakang. Keduanya berdaya 160 kW. Total gabungan daya, 405 PS dengan klaim akselerasi 0-100 kpj dalam 5,6 detik.

Untuk varan tertinggi EC6 Performance juga sama, disokong dua motor listrik. Yang berbeda, daya yang dihasilkan. Motor listrik magnet permanen di depan bertenaga 160 kW atau setara 217,5 PS. Sementara di belakang berupa motor induksi bertenaga 240 kW atau 326,3 PS. Bila dikombinasikan, menghasilkan 543,8 PS. Diklaim dapat melesat dari posisi diam ke 100 kpj dalam 4,7 detik.

Baterai lithium-ion yang menenagai EC6 berkonfigurasi 70 kWh. Alhasil daya jelajah maksimumnya diklaim mencapai 435 km. Nio turut menyuguhkan opsi sumber daya 100 kWh yang mengizinkannya bertualang sejauh 605 km (berdasarkan standar NEDC). Ada pula opsi flagship EC6 Performance yang mampu menjelajah hingga 615 km. Namun, kedua opsi itu baru dimunculkan pada kuartal empat 2020.

Nio memulai pengiriman unit pada September 2020. Namun, konsumen sudah bisa melakukan pre-order EC6 sejak hari ini. Pemesanan bisa dieksekusi melalui aplikasi smartphone perusahaan yang punya markas desain di Munich, Jerman. Booking fee yang dipatok 2 ribu Yuan atau Rp 3,9 jutaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.